Rabu, 28 Desember 2016

Bom, Oma Manado dan Gw

Jangankan dengan BOM, suara Oma Manado tetangga gw kalo lagi nasehatin cucu aja masih sering bikin gw deg-degan. Padahal gw hafal banget, sioma ini orangnya baik luar biasa dan jiwa toleransinya top banget. Bayangkan beliau ini tinggal sama anak-anak dan cucu yang sudah menjadi muslim sedangkan beliau masih Nasrani. Dan seisi komplek juga udah tau, kalo si Oma ini ga pemarah, ramah sangat malahan.

Jadi intinya gw takut sama bom. Bom apapun itu, termasuk BOM buat nyuci baju. Selain kurang wangi nyuci baju dengan bom juga ga efektif digunakan pake robot kotak ajaib.


Tapi alhamdulillah gw orangnya ga begitu parno, masih realistis lah sedikit tentang urusan BOM. Buktinya gw masih bisa main dan curhat-curhatan kerumah teman yang berjarak 20 meter dari tempat om Polisi menghabisi tiga TERDUGA terorist di Setu Tangerang selatan kemaren. Pas satu malam pasca penggerebekan.

Kenapa ga begitu parno dengan BOM, begini:
1. Ga punya tampang dan kapasitas untuk dijadikan target sama 'TERORIS'
2. Ga suka jalan ke mall atau berseliweran di hotel berbintang (karena ga ada keperluan juga)
3. Ga suka beli barang-barang yang dijajakan pedagang NOMADEN seperti PANCI misalnya
4. Ga seorang pemancing, jadi ga akan mainkekolam pemancingan yang disana ada DIDUGA teroris dengan barang bukti SENDAL JEPIT, ALAT PANCING dan BUKU AGAMA
5. Ga suka parfuman jadi ga takut dengan biang parfum
6. Gw ga takut sama wanita pesolek, karena wanita pesolek itu biasanya butuh waktu dimejah rias dan ga berbahaya kecuali untuk para pria, NGEROK ALIS emang bentar lu kira?

Jadi untuk urusan terorist mari kita serahkan kepada om Polisi saja, lebih berkapasitas lah ya dari kita-kita ini.

Namun gw juga suka sedih sih, dengan TERDUGA yang langsung dimatikan itu. Asas terduga itu nanti sebenarnya kan bisa berkembang menjadi TERLIBAT dan TIDAK TERLIBAT, TERSANGKA dan TIDAK TERBUKTI, TERDAKWAH dan BEBAS tapi mereka sudah di DOR duluan. Giman perasaan anak-anak, istri, ibu yang mereka tinggalkan sedangkan yang DIBUNUH ini tidak melakukan apapun alias TAK TERLIBAT. Abaikan dulu soal hukum membunuhnya ya....

Mungkin nanti ada yang bilang, ya kalau dibiarkan bisa jadi membahayakan petugas (polisi), gw juga yakin polisi itu dengan sepasukan bertameng, mobil panser, senjata canggih dan detektor mumpuni itu ga akan kewalahan menangkap TERDUGA TERORIS hidup-hidup agar terang motif, tujuan dan jaringannya. Sehingga kita tidak menjadi bangsa TERDUGA yang mungkin ARTIS HOLlyWOOD saja kan geli melihatnya.

Why?
Karena para artis Hollywod itu, semisal mbak Angelina Jolly sudah paham lah ya keutamaan menangkap TERSANGKA atau PELAKU itu hidup-hidup dari pada MEMATIKAN mereka. Karena kalau CANCER main potong benjolannya aja tanpa mengetahui akarnya sudah sampai dimana, perlu khemoterapy atau tidak untuk melumpuhkan jaringannya itu sama aja menambah derita PASIEN dengan PENYAYATAN di meja operasi. Lebih berbahaya dan menyakitkan untuk pasiennya dan ga perlu dokter spesialis bedahnya kuliah capek-capek, cukup serahkan ke tukang jagal sapi, beres.  KECUALI CANCERNYA FIKTIF.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar