| Amma gw yang hebat |
Temans, kapan kalian
terakhir menangis sama ibu kalian??
Gw?
Sebelum kemaren, gw sudah
lupa persisnya kapan terakhir menangis sama amma, sepertinya terakhir
kali adalah saat mau sekolah SD. Sebagai anak tertua dan punya
seperempat kodi adik, maka gw selalu dipermalukan saat baru saja akan
memulai menangis.
Mari lihat,
“Nangis, ih ga malu
sama adek”
“Sudah besar, sudah
punya adek kok masih cengeng”
“Kalah sama adek,
adeknya aja ga nangis tuh”
Maka akhirnya gw
simpulkan (saat itu), bahwa punya banyak adek itu, bahwa menjadi
besar itu dan bahwa rasa malu itu tidak boleh menangis. Jadilah gw
akan mati-matian menahan tangis kalaupun ada yang membuat gw sedih.
Karena takut dikira cengeng dan kalah sama adek. Padahal aslinya gw
adalah makhluk paling tukang mewek sedunia. Dikit-dikit nangis
(ngumpet dikamar dan ditutupin pake bantal biar tangisnya ga
kedengaran, pas dirumah sudah ada kran shower ya nyalain shower
sambil keramas sambil nangis kenceng-kenceng atau gw akan curhat
sambil mewek sepuas-puasnya sampe bibir dower, mata bengkak, lengan
baju asin kesahabat yang gw rasa ga kan ngatain gw cengeng). Jadi, gw
itu ga nangis didepan amma dan adek-adek gw yang seperempat kodi itu
aja ya, kalau didepan sahabat dekat mah sudah hafal lah mereka, saat
gw sms (zaman doeloe) atau wasap-an jaman sekarang dan bilang “lagi
sibuk ga?” itu artinya adalah “hei, lu ada waktu kan buat
dengerin tangisan pilu gw?”
Nah,
Ada saat-saatnya hal yang
terjadi dalam hidup kita dan tidak bisa kita bagi kesiapapun selain
ibu dan ibu tidak akan mengatakan kita cengeng saat itu.
Alhamdulillah gw masih punya amma didunia ini dan beliau sehat dan
segar. Tidak teman, tidak sahabat, tidak saudara dan tidak juga
pasangan (ini gw belum pengalaman sih ya baru katanya-katanya doank),
hanya ibu. Hanya ibu.
Pada titik itulah gw
nangis ke amma setelah sekian puluh tahun. Tidak sebentar seperti
anak kecil minta es krim, dapat dan diam. Gw nangis satu jam. Cukup
lama bukan? Dan untuk masalah seperti ini gw garansi, sebanyak apapun
adek kalian, seberapa tua pun kalian dan secerewet apapun ibu kalian,
kalian tidak akan dikatakan cengeng pada permasalahan yang sepatutnya
kalian menangis. What the hell your problem is? Let it go! Selagi ada
ibu, menangislah padanya dan masalah kalian pasti diurai dengan baik
oleh waktu.
Jadi,
Saat dunia terasa sudah
kiamat ditempat kita berdiri, saat oksigen serasa sudah habis
ditempat kita terdiam atau saat tidak ada yang bisa kita lakukan lagi
dan tidak ada yang bisa kita percaya lagi untuk sekedar mendengarkan
tangis jiwa. Mungkin memang dunia tengah berpaling darimu, tapi tidak
dengan IBU.
IBU akan selalu ada dan
akan selalu siap mendengar tangismu.
Amma, SELAMAT HARI
IBU............
Bagi Ilen, amma adalah
dunia ini. Guru terhebat, pejuang tertangguh, pahlahwan kehidupan dan
tempat menangis yang nyaman saat semua seperti kiamat. Tetaplah sehat
dan segar amma, Ilen ga akan pernah berhenti butuh amma sampai
kapanpun.
Tidak hanya untuk hari
ini ma, tapi dulu dan akan selamanya. I wish you were here
ma............
Tidak ada komentar:
Posting Komentar