Kamis, 22 Desember 2016

Tangisan dan Hari Ibu

Amma gw yang hebat
Temans, kapan kalian terakhir menangis sama ibu kalian??

Gw?
Sebelum kemaren, gw sudah lupa persisnya kapan terakhir menangis sama amma, sepertinya terakhir kali adalah saat mau sekolah SD. Sebagai anak tertua dan punya seperempat kodi adik, maka gw selalu dipermalukan saat baru saja akan memulai menangis.

Mari lihat,
“Nangis, ih ga malu sama adek”
“Sudah besar, sudah punya adek kok masih cengeng”
“Kalah sama adek, adeknya aja ga nangis tuh”


Maka akhirnya gw simpulkan (saat itu), bahwa punya banyak adek itu, bahwa menjadi besar itu dan bahwa rasa malu itu tidak boleh menangis. Jadilah gw akan mati-matian menahan tangis kalaupun ada yang membuat gw sedih. Karena takut dikira cengeng dan kalah sama adek. Padahal aslinya gw adalah makhluk paling tukang mewek sedunia. Dikit-dikit nangis (ngumpet dikamar dan ditutupin pake bantal biar tangisnya ga kedengaran, pas dirumah sudah ada kran shower ya nyalain shower sambil keramas sambil nangis kenceng-kenceng atau gw akan curhat sambil mewek sepuas-puasnya sampe bibir dower, mata bengkak, lengan baju asin kesahabat yang gw rasa ga kan ngatain gw cengeng). Jadi, gw itu ga nangis didepan amma dan adek-adek gw yang seperempat kodi itu aja ya, kalau didepan sahabat dekat mah sudah hafal lah mereka, saat gw sms (zaman doeloe) atau wasap-an jaman sekarang dan bilang “lagi sibuk ga?” itu artinya adalah “hei, lu ada waktu kan buat dengerin tangisan pilu gw?”




Nah,
Ada saat-saatnya hal yang terjadi dalam hidup kita dan tidak bisa kita bagi kesiapapun selain ibu dan ibu tidak akan mengatakan kita cengeng saat itu. Alhamdulillah gw masih punya amma didunia ini dan beliau sehat dan segar. Tidak teman, tidak sahabat, tidak saudara dan tidak juga pasangan (ini gw belum pengalaman sih ya baru katanya-katanya doank), hanya ibu. Hanya ibu.

Pada titik itulah gw nangis ke amma setelah sekian puluh tahun. Tidak sebentar seperti anak kecil minta es krim, dapat dan diam. Gw nangis satu jam. Cukup lama bukan? Dan untuk masalah seperti ini gw garansi, sebanyak apapun adek kalian, seberapa tua pun kalian dan secerewet apapun ibu kalian, kalian tidak akan dikatakan cengeng pada permasalahan yang sepatutnya kalian menangis. What the hell your problem is? Let it go! Selagi ada ibu, menangislah padanya dan masalah kalian pasti diurai dengan baik oleh waktu.


Jadi,
Saat dunia terasa sudah kiamat ditempat kita berdiri, saat oksigen serasa sudah habis ditempat kita terdiam atau saat tidak ada yang bisa kita lakukan lagi dan tidak ada yang bisa kita percaya lagi untuk sekedar mendengarkan tangis jiwa. Mungkin memang dunia tengah berpaling darimu, tapi tidak dengan IBU.

IBU akan selalu ada dan akan selalu siap mendengar tangismu.

Amma, SELAMAT HARI IBU............

Bagi Ilen, amma adalah dunia ini. Guru terhebat, pejuang tertangguh, pahlahwan kehidupan dan tempat menangis yang nyaman saat semua seperti kiamat. Tetaplah sehat dan segar amma, Ilen ga akan pernah berhenti butuh amma sampai kapanpun.

Tidak hanya untuk hari ini ma, tapi dulu dan akan selamanya. I wish you were here ma............





Tidak ada komentar:

Posting Komentar