Hei kawan,
Hari ini adalah hari
pernikahan teman gw Nur dan Suaminya Marwan. Pernikahan kedua buat
mereka berdua. Nur dicerai suami pertama 3 tahun lalu karena ga mau
dimadu dan siwanita pengoda sudah terlalu jauh masuk kedalam
kehidupan ruma tangga mereka. Sedangkan Istri Pak Marwan meninggal 3
bulan lalu karena kanker Payudara.
Pernikahan kedua dan
sederhana.
Dan perasaan gw ga kaya
biasanya setiap menghadiri pernikahan teman atau sahabat. Biasanya gw
akan sedih dan menuntut dalam hati, ya Allah......aku kapan?
Mungkin masa-masa seperti
itu sudah lama berlalu.
Awal datang pagi gw agak
malas-malasan, malas mandi sebenarnya, hehehe. Dan ternyata akadnya
memang diundur dua jam, maka jadilah gw tetap terhitung ontime dan
bisa menyaksikan akad nikah. Tapiiiiii, oh ternyata bunga tangan
pengantin wanita tidak ada dan tidak ada pula yang merasa bertanggung jawab seorangpun,
termasuk tukang riasnya. How come? Dan sebagai single motorwati yang mengetahui
medan pamulang dan sekitarnya jadilah gw yang jalan terkiwir-kiwir
cari bunga, alhasil gw tetep ga bisa menyaksikan akad nikah Nur.
Oh iya, mungkinkah gw ga
lagi merasa sedih atau terpuruk menyaksikan teman-teman menikah
adalah efek karena ujian finansial yang bertubu-tubi akhir-akhir ini
atau emang sudah masanya diusia 33 tahun ini tidak lagi terpengaruh
dengan nuansa dan moment romantis. Heheheh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar