Tampilkan postingan dengan label Nostalgia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nostalgia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Desember 2016

Air Mata Buaya Sang ABG

Years Later :)
Ini cerita gw tahun 1999
(AIR MATA BUAYA ABG)

Sebagai ABG labil dan sedikit punya massa juga masalah disekolah. Maka ulah gw ga tanggung-tanggung. Demo Turunkan SPP dan Turunkan Kepsek!

Kenapa gw bisa punya massa cukup?
Secara penasehat Osis, secara juara umum bertahan level 2 (bisa nembus level satu sekali2 nya pas mau tamat, huh!) dan ketua kelas pula, maka orasi gw yang berapi-api sepulang sekolah itu dapat takbir luar biasa dari ABG labil lainnya.

Fix, besoknya kita DEMO!

Sabtu, 19 November 2016

Kuliah Agama Delapan SKS

Aku kuliah 4tahun di teknik elektro UNP, dosenku naudzubillah kalo urusan nilai. Mesin AC, mesin DC, kendali alternator, travo, jaringan Transmisi, jaringan distribusi semua itu carut marut antara matematika dan fisika, ada yang aku ulang mata kuliahnya, karena kadang gagal sekelas. Tapi mata kuliah yang aku ulang sampai 4X adalah AGAMA, hahahhhaha lucu!!!
Dosen semester 1, sampe sewot, coz target ngajar nya ga nyampe2. Semester 3 liberal nya luar biasa, jadi pathner debat lagi, semester 4 ketemu dosen semester 1 kemaren, alhasil kuliah 2 kali aku ngacir, udah di vonis E soalnya. Semester 5 ulang lagi, ketemu dosen yang Liberal itu lagi. Sempat mau tunda semester 6 aja, tapi dah malu kuliah sama anak bau kencur di matkul agama yang 2 SKS itu. Permasalahan nya bukan karena bikin otak overload, tapi beda terminal aja selalu sama dosen nya, dan aku tidak bisa bersesuaian dengan paham-paham mereka. Nah diakhir cerita, disemester 5, aku nyadar dah ga zaman ngedebat terus2an dosen agama liberalku, yang ada debat2an lagi. Sejauh ga menyimpang dari rel nya, kalau mereka sebegitu liberalnya ya sudah urusan mereka, aku butuh nilai aja agar mulus urusan proposal. Jadi dipertemuan 1 dan 2 aku diam aja kek kambing dingin, ga nanya and ga ambil juga bagian diskusi. Aseli tuh dosen sering lirik ke kursi aku, nah di pertemuan ketiga aku masih begitu, tapi pak dosen ini kok rasanya ada yang berobah padanya, engga terasa lagi bau sengau liberal nya, tapi aku ga mau cari gara2, moso kuliah agama aja ngulang 4kali padahal pelajaran yang sama aku jadi MENTOR nya di ruang TESPONSI, dan engga lucu banget kalo satu kelas sama adek2 tentor. Oh malang nya sikeras kepala itu, tapi apa peduliku!!!

Jumat, 18 November 2016

Tentang Iyut

Arti Sahabat
Menunggu KA di stasiun Tanah Abang, entah kenapa tiba-tiba aku dilintasi sebuah ingatan manis pilu. Sahabat masa kanak-kanakku. Yulfitriani namanya, tapi aku memanggilnya iyut. Teman yang manis, pintar dan selalu membelaku walau aku salah, saat itu, begitulah sahabat sejati itu menurutku dulu. Dia adalah supporter hebatku dalam melakukan banyak hal.
Seringkali dia harus curi-curi memakai sepeda kakaknya agar aku bisa mencoba sepeda Ontel mambo yang eksentrik itu. Karena kebut2an dengan sepeda sanki tidaklah menantang. Dia yang sering menyisihkan oleh2 untukku, bila ayah nya pulang dari luar kota. Kadang bila jumlahnya sedikit, ia menunggu esok hari untuk memakannya agar ketemu aku disekolah.
Kami pernah membolos di les sekolah demi bersepeda keliling kecamatan, dan kalau haus membeli tabu dipekarangan orang. Bukan karena uang nya, tapi kadang sang pemilik rumah memberikan tabu-tabu kesayangan nya itu karena pipi kami yang memerah letih banjir keringat berpacu sepeda keliling kecamatan. Dia tak pernah mengeluh menuruti kemauanku yang kecanduan hal-hal tak biasa itu.

Kamis, 17 November 2016

Dosa Masa Kanak-Kanak Gw

Seperti biasa, kalo lagi ngumpul itu keluarga ini akur dalam kegaduhan. Mengunkit masa-masa sekolah, keisengan masa lalu. Ujung-ujungny gw juga yang kena. Secara sebagai kepala suku, pasti banyak kelakuan gw yang luput dari ingatan dan mereka-mereka ini ingat aja. Faktor usia, jangan ngeles!
Jadi ingat dosa-dosa jaman kecil. Ruang UKS tetiba gaduh. Gw waktu itu berhasil membongkar kemesraan guru disana. Sepasang kekasih terlarang. Itu secara kebetulan sih ya sebenarnya, dan waktu ngeliat itu gw ga sempat lihat apa-apa juga sebenarnya. Lho, gimana sih?
Iya, gw keburu kaget gelagapan dengar jeritan mereka merasa kepergok. Sedangkan gw hanya iseng masuk-masuk ruang yang kek nya gak lazim itu. Nasib, gw disidang berbagai sesi. Jadilah gw dipanggil kepsek sebagai saksi. Trus pada kesempatan lain gw disidang guru bersangkutan, dan gw baru sadar sekarang. Kalau sidang ini tertutup untuk umum, kecuali gw, guru itu dan Tuhan. Sumpah, ga enak banget disidang-sidang begitu. Reputasi prestasi gw terancam.

Selasa, 15 November 2016

Introvert dan dating Shodom

Kelas, labor, pustaka, analisa data, begitu aja terus nasib anak detelo. Kalo bukan karena maniak training ga bakal tau gw istila introvert yang ternyata punya sodara bernama ambivert dan extrovert ini sampe diajak dating sama tante-tante Lesbong.
Si tante ini tetangga toko semasa gw usaha di BSD. Baik banget. Cuma itu yang bisa gw artikan dengan otak 22 tahun gw. Sering main ketoko, saling pinjem-pinjeman mukena, share trik usaha dan ngajarin gw buat audit2 sederhana. Senang dong ya, anak bawang yang lagi merangkak diajarin trik, audit, dan grade suplier. Otak detelo gw yang masih gres penuh kabel-kabel dan mesin-mesin 3 fasa dodol banget dengan urusan gender keseleo. Belum tau malah.

Minggu, 06 November 2016

Surat Cintaku yang Pertama

Ini panggilan doi ke gw waktu itu
Zaman gw ABG diakhir 90-an itu udah ga keren kalo surat-suratan.  Semua bisa diawali dengan titip salam dan besoknya udah nyamperin ke teras kelas dan ngobrol malu-malu, katanya lebih gentle.  Belum masuk line-telepon dan hp belum populer di masyarakat kelas rumput, sehingga ngobrol nya hanya bisa disekolah aja.  Dan kalau lu cukup berani dan orang tua lu 'toleran' sama maksiat yang satu ini, lu bisa datang sekali-kali kerumah sicewek bawain apa kek gitu.  Kalo gw?  Mungkin akan dibakar hidup-hidup sama bapak gw😂

Selasa, 18 Oktober 2016

Aib Tahajud dan Maling Pakaian Dalam

Maling Pakaian dalam (cewek) pernah mewabah disekitaran kampus gw, kampus Air Tawar (UNP). Asrama putri, kost-kostan putri dan tak luput wisma para akhwat, jadi target. Sehingga menjadi "viral" lah tentang masalah kehilangan CD BH para mahasiswi dan maling sensasi ini. Walau sebenarnya keluhan maling daleman begini ada saja sepanjang tahun di sekitaran Air Tawar Barat, tapi di tahun 2003 itu menjadi seperti wabah.
Pelakunya?
Sampai hari inipun setelah 13 tahun tidak ada yang benar-benar dipolisikan (mungkin karena owner merasa malu melapor jikapun kedapatan atau sogokan pelaku terlalu banyak sama pihak berwajib, ntahlah. Mana gw tau).