(Bagian I)
Mundurnya dunia Islam
berawal dari krisis percaya diri. Seperti indikasi kemunduran
peradaban Turki Utsmani berawal dari tidak percaya dirinya militer
Turki dengan kemampuan dan simbol-simbol militer ala Islam. Sehingga
sultan Mamud II menyerukan militer Turki untuk berpakaian ala Barat
dan mendatangkan para praktisi militer Prancis, Swedia, Hongaria dan
inggris sebagai tenaga ahli dalam mendirikan Akademi militer dan
angkatan laut. Jika dilihat lebih jauh, berarti tanpa disadari ini
merupakan serah terima bibit ketangan musuh. Maka setelah itu
lahirlah para prajurit bermental barat dan berseberangan dengan
prinsip perjuangan (jihad islam) dan menganggap pola Jihad adalah
suatu yang usang dan terbelakang. Salah satu buahnya bernama Kemal
Attaturk, yang telah menghapuskan peradaban Islam hingga hari ini.
Lord Yoyd, seorang
gubernur jendral Inggris di Mesir dalam sambutannya pada peresmian
akademi VICTORIA (sebuah akademi khusus untuk anak-anak pejabat dan
pembesar Mesir agar lebih berwawasan barat dalam 'etika' dan pola
pikir) mengatakan :
“Untuk mem-barat-kan
sebuah generasi disuatu bangsa tidak memerlukan waktu yang lama,
cukup dengan memiliki 10 orang dosen dan mahasiswa berpotensi dan
terpercaya diantara mereka”
Dalam konteks yang hampir
sama, Presiden Soekarno juga pernah menyatakan:
“Beri aku sepuluh
pemuda, maka akan ku guncang dunia”.
Disini dapat dilihat,
bahwa rasa percaya diri, pemuda dan peradaban masa depan adalah
sebuah sinergi yang harus ada. Jika pemuda suatu bangsa memiliki
percaya diri terhadap ideologi nya (dalam hal ini kita katakan
Islam), maka suatu kepastian kedepan peradaban Liberalisme dan
Komunisme ini bisa dikembalikan kepada ketiadaannya. Dan agent of
change itu mungkin ada disekitar kita. Mungkin bernama Anak, kerabat
atau murid yang dengan sumbangsih kita mereka bisa lebih percaya diri
terhadap Islam. Ditangan merekalah masa depan peradaban ini.
Aisyah Syahidah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar