![]() |
| Air terjun Pria Laot, Sabang (Pulau Weh), Aceh |
Dia duduk dengan mata
terpejam, kokoh. Disampingku kakak perempuannya menatap kosong ke
udara, sedangkan aku tengah mencaci maki kutukan, mengapa haram bagi
gadis jawa untuk jatuh cinta pada pria Aceh?
Aku dapati, aku ternyata
seorang perempuan yang menyesali mengapa dulu memilih dinas disini.
Sabang. Kota tua yang lelah tapi tempat bersarang cinta yang kupunya.
Teringat sekian panjang
ceramah ayah. Jangan pernah jatuh cinta pada Aceh. Ayah, yang kedua
tangannya dipotong hingga lengan oleh orang GAM semasa jadi tentara.
Kata ayah, pria Aceh
adalah setengah manusia setengah iblis yang pemalas namun kejam. Tapi
dokter Ikhsan bukan, dia juga bukan pria penikmat warung kopi yang
tidur siangnya lebih lama dari terjaga.
#novel yang sudah dua
tahun ga kelar-kelar

Tidak ada komentar:
Posting Komentar