Senin, 21 November 2016

Pria Dari Sabang

Air terjun Pria Laot, Sabang (Pulau Weh), Aceh
Dia duduk dengan mata terpejam, kokoh. Disampingku kakak perempuannya menatap kosong ke udara, sedangkan aku tengah mencaci maki kutukan, mengapa haram bagi gadis jawa untuk jatuh cinta pada pria Aceh?

Aku dapati, aku ternyata seorang perempuan yang menyesali mengapa dulu memilih dinas disini. Sabang. Kota tua yang lelah tapi tempat bersarang cinta yang kupunya.

Teringat sekian panjang ceramah ayah. Jangan pernah jatuh cinta pada Aceh. Ayah, yang kedua tangannya dipotong hingga lengan oleh orang GAM semasa jadi tentara.

Kata ayah, pria Aceh adalah setengah manusia setengah iblis yang pemalas namun kejam. Tapi dokter Ikhsan bukan, dia juga bukan pria penikmat warung kopi yang tidur siangnya lebih lama dari terjaga.


#novel yang sudah dua tahun ga kelar-kelar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar