![]() |
| Foto diambil dari sisi Patung Kuda, view arah Istana Negara |
Saya sampai di depan Gedung Pramuka 12:03, peserta aksi damai sudah
mulai bergerak kearah monas. Sebenarnya saya datang dari arah Monas
menuju masjid Istiqlal, berhubung sudah tidak memungkinkan menuju
istiqlal kami beberapa muslimah sholat dulu ditrotoar dan bergabung
dengan barisan HMI menuju Monas dan nantinya akan long march menuju
Istana Negara.
Peserta aksi berjalan dengan sangat tertip,
menurut sumber dari panggung utama bahwa peserta demo yang dilaporkan
oleh berbagai Ormas Islam mendekati satu juta orang, tapi pada
kenyataannya banyak dari peserta demo hadir secara mandiri (khusus
daerah Jabodetabekk) tanpa melaporkan kehadiran ke ormas Islam manapun.
Prediksi jumlah peserta aksi :
Peserta aksi Bela Quran diprediksi melebihi satu juta orang. Barisan
manusia dari Istiqlal sampai depan istana negara tidak terputus. Bahkan
dari depan Gedung Mahkama Konstitusi hingga Istana Negara sangat padat
(sulit untuk duduk). Titik padat peserta adalah di patung kuda dan depan
Istana negara.
Jalannya aksi sebelum jam 19:00 :
Aksi
berjalan sangat tertib, antara peserta berusaha saling mengingatkan satu
sama lain untuk tidak terprovokasi dengan yel-yel “hati-hati.......awas
provokasi.........................”. Ada beberapa provokasi yang
langsung dapat ditangani oleh FPI dengan tanggap. Sala satunya adalah
sekelompok pemuda didepan saya yang memekikkan kata-kata kasar dan
makian kebun binatang serta ancaman akan membakar dan membuat rusuh jika
tuntutan peserta aksi tidak terpenuhi, dapat segera ditangani pihak FPI
dengan mengamankan biang keributan. Ada juga yang sengaja memancing
dengan melempari aparat dengan botol minuman, segera tertangani juga
oleh laskar FPI dan dari hasil interogasi ternyata ber-KTP Nasrani.
Jalannya Aksi setelah 19:00 :
Saat ini kami beberapa muslimah memutuskan untuk kembali sementara para
ikhwan dan ustadz akan melanjutkan aksi sampai ada tanggapan serius
dari pihak istana. Setelah kami memilih mundur dan sampai di depan
patung kuda arah balik, chaos mulai terasa. Beberapa mobil polisi
merangsek kerumunan masa dengan wajah garang. Peserta aksi mulai
berlarian kearah istana dan pekik takbir bergemuru. Disampaikan lewat
pengeras suara kalau ada sekelompok orang yang berusaha melempari aparat
keamanan. Dan polisi membalas dengan tembakan peluru karet dan gas air
mata. Kami para muslimah disarankan untuk segera meninggalkan lokasi
aksi. Selanjutnya kami dikabarkan kalau ustadz Arifin Ilham tertembak
peluru karet dan beberapa yang lainnya terluka. Mobil ambulan mulai lalu
lalang dengan sirine meraung. Diperjalanan kami untuk segera
meninggalkan lokasi aksi menuju stasiun Gondangdia kami berpapasan
dengan pasukan anti huru-hara yang berkendara dengan kecepatan tinggi.
Sambutan istana:
Setelah negosiasi yang a lot hampir dua jam, akhirnya beberapa utusan
diizinkan memasuki istana, namun RI-1 tidak bersedia menemui peserta
aksi dan setelah beberapa kali negosiasi maka dikasi opsi untuk bertemu
RI-2 dan ternyata RI-1 sedang melakukan kunjungan proyek kereta bandara.
Tinjauan proyek kereta bandara lebih penting dari pada menyambut sejuta
lebih raknyat dan para ulama?
Sinyal HP :
Saya serasa
bergidik. Ini kok seperti tragedi Rabia di Mesir. Mungkin terdengar
berlebihan, tapi faktanya sinyal selama aksi (11:00 – 19:00) itu totally
off, wallahualam. Saya pakai telkomsel. Saya tidak terlalu paham, signalnya ke
detect ada tapi tidak bisa digunakan. Seperti fake signal. Sehingga
rencana saya yang akan menuliskan perkembangan aksi setiap saatnya gagal
total.
Para orator :
Tokoh-Tokoh nasional seperti pak Amin
Rais, para habib, beberapa orang artis macam bang haji Roma, Ahmad Dani,
beberapa Dai Televisi (minus Ustadz Maulana), putri Bung Karno
(Rahmawati Soekarno Putri), putri KH. Hasyim Ashari memberikan orasinya.
Dan saya juga bertemu bang Fahri Hamzah (Beliau terlihat lebih kalem,
cool dan tenang sekarang).
Logistik :
Sound System : panggung
utama berfungsi baik. Sayangnya saat long march banyak peserta yang
tidak terlalu terarahkan karena jauhnya dari para Orator. Sehingga
mengambil alternatif dengan bertakbir dan melakukan orasi-orasi kelompok
kecil demi menghangatkan suasana.
Atribut : atribut sangat memadai, karena dipersiapkan oleh masing-masing group berupa bendera, ikat kepala dan spanduk-spanduk.
Konsumsi : Subhanallah, ini kali pertama saya menyaksikan aksi yang
berkelimpahan konsumsi, banyak sekali. Ada ratusan ribu nasi box dengan
lauk yang sangat lengkap, ada makanan berupa paket lontong, roti dan
gorengan, ada ribuan dus air mineral bahkan saya mendapati sebuah mobil
full air mineral yang dibagikan secara gratis oleh alumni HMI Medan
sejabodetabek. Tak lupa juga puluhan dus jeruk manis yang dibagikan
secara gratis.
Cuaca :
Info yang beredar di sosial media
bahwa ada puluhan pawang pengundang petir dan hujan badai, Alhamduliah
Allah kunci kemampuan mereka. Udara terasa sejuk, berbeda dari cuaca
jakarta yang biasanya terasa panas menyengat, namun langit cerah dan
tidak ada setetes gerimispun. Awan putih tipis melayang ringan dan
sesekali setiap teriakan takbir berulang-ulang yang dipandu orator,
rasanya ada hawa dingin seperti datang menyelimuti kami lalu beberapa
saat hilang kembali. Namun datang berulang setiap takbir diulang
berkali-kali.
Aparat :
Rata-rata aparat bermuka datar. Bahkan
ada sekumpulan aparat yang sama sekali tidak menaruh sayang ketanaman
ditaman, seenaknya menduduki tanaman dan menginjaknya. Sedangkan para
peserta aksi berusaha sebaik mungkin dan saling mengingatkan untuk tidak
merusak taman. Dan setelah jam 19:00 berubah jadi sangat garang, bahkan
ustadz se tenang Arifin Ilham dan Ustadz Ali Jaber tak luput dari amukan peluru karet.
Sampah :
Kami para peserta aksi sangat wanti-wanti dengan sampah, walau yang
namanya orang indonesia tetap saja hobi nyampah. Sangat banyak peserta
aksi yang membawa trash bag sepanjang perjalanan aksi.
Media :
Metro Tv sempat diusir peserta aksi dari halaman masjid Istiqlal
sebelum sholat Jumat. Sedangkan media yang terlihat tetap eksis
dilapangan sampai saya meninggalkan lokasi aksi hanya TV-One dan ada
beberapa videograver televisi (melihat peralatan yang digunakan) namun
tidak memakai atribut mencolok (mungkin saya tidak melihatnya).
Teman-teman silahkan tanya jika ada informasi yang belum saya sebutkan
dilaporan diatas, saya kan coba jawab sebaik yang saya bisa.
Rumah Kebun Hijau 00:36

Tidak ada komentar:
Posting Komentar