Minggu, 06 November 2016

Aksi Bela Quran Jumat 4-11-16

Foto diambil dari sisi Patung Kuda, view arah Istana Negara

Saya sampai di depan Gedung Pramuka 12:03, peserta aksi damai sudah mulai bergerak kearah monas. Sebenarnya saya datang dari arah Monas menuju masjid Istiqlal, berhubung sudah tidak memungkinkan menuju istiqlal kami beberapa muslimah sholat dulu ditrotoar dan bergabung dengan barisan HMI menuju Monas dan nantinya akan long march menuju Istana Negara.
Peserta aksi berjalan dengan sangat tertip, menurut sumber dari panggung utama bahwa peserta demo yang dilaporkan oleh berbagai Ormas Islam mendekati satu juta orang, tapi pada kenyataannya banyak dari peserta demo hadir secara mandiri (khusus daerah Jabodetabekk) tanpa melaporkan kehadiran ke ormas Islam manapun.




Prediksi jumlah peserta aksi :
Peserta aksi Bela Quran diprediksi melebihi satu juta orang. Barisan manusia dari Istiqlal sampai depan istana negara tidak terputus. Bahkan dari depan Gedung Mahkama Konstitusi hingga Istana Negara sangat padat (sulit untuk duduk). Titik padat peserta adalah di patung kuda dan depan Istana negara.




Jalannya aksi sebelum jam 19:00 :
Aksi berjalan sangat tertib, antara peserta berusaha saling mengingatkan satu sama lain untuk tidak terprovokasi dengan yel-yel “hati-hati.......awas provokasi.........................”. Ada beberapa provokasi yang langsung dapat ditangani oleh FPI dengan tanggap. Sala satunya adalah sekelompok pemuda didepan saya yang memekikkan kata-kata kasar dan makian kebun binatang serta ancaman akan membakar dan membuat rusuh jika tuntutan peserta aksi tidak terpenuhi, dapat segera ditangani pihak FPI dengan mengamankan biang keributan. Ada juga yang sengaja memancing dengan melempari aparat dengan botol minuman, segera tertangani juga oleh laskar FPI dan dari hasil interogasi ternyata ber-KTP Nasrani.




Jalannya Aksi setelah 19:00 :
Saat ini kami beberapa muslimah memutuskan untuk kembali sementara para ikhwan dan ustadz akan melanjutkan aksi sampai ada tanggapan serius dari pihak istana. Setelah kami memilih mundur dan sampai di depan patung kuda arah balik, chaos mulai terasa. Beberapa mobil polisi merangsek kerumunan masa dengan wajah garang. Peserta aksi mulai berlarian kearah istana dan pekik takbir bergemuru. Disampaikan lewat pengeras suara kalau ada sekelompok orang yang berusaha melempari aparat keamanan. Dan polisi membalas dengan tembakan peluru karet dan gas air mata. Kami para muslimah disarankan untuk segera meninggalkan lokasi aksi. Selanjutnya kami dikabarkan kalau ustadz Arifin Ilham tertembak peluru karet dan beberapa yang lainnya terluka. Mobil ambulan mulai lalu lalang dengan sirine meraung. Diperjalanan kami untuk segera meninggalkan lokasi aksi menuju stasiun Gondangdia kami berpapasan dengan pasukan anti huru-hara yang berkendara dengan kecepatan tinggi.




Sambutan istana:
Setelah negosiasi yang a lot hampir dua jam, akhirnya beberapa utusan diizinkan memasuki istana, namun RI-1 tidak bersedia menemui peserta aksi dan setelah beberapa kali negosiasi maka dikasi opsi untuk bertemu RI-2 dan ternyata RI-1 sedang melakukan kunjungan proyek kereta bandara. Tinjauan proyek kereta bandara lebih penting dari pada menyambut sejuta lebih raknyat dan para ulama?




Sinyal HP :
Saya serasa bergidik. Ini kok seperti tragedi Rabia di Mesir. Mungkin terdengar berlebihan, tapi faktanya sinyal selama aksi (11:00 – 19:00) itu totally off, wallahualam. Saya pakai telkomsel. Saya tidak terlalu paham, signalnya ke detect ada tapi tidak bisa digunakan. Seperti fake signal. Sehingga rencana saya yang akan menuliskan perkembangan aksi setiap saatnya gagal total.




Para orator :
Tokoh-Tokoh nasional seperti pak Amin Rais, para habib, beberapa orang artis macam bang haji Roma, Ahmad Dani, beberapa Dai Televisi (minus Ustadz Maulana), putri Bung Karno (Rahmawati Soekarno Putri), putri KH. Hasyim Ashari memberikan orasinya. Dan saya juga bertemu bang Fahri Hamzah (Beliau terlihat lebih kalem, cool dan tenang sekarang).




Logistik     :
Sound System : panggung utama berfungsi baik. Sayangnya saat long march banyak peserta yang tidak terlalu terarahkan karena jauhnya dari para Orator. Sehingga mengambil alternatif dengan bertakbir dan melakukan orasi-orasi kelompok kecil demi menghangatkan suasana.
Atribut : atribut sangat memadai, karena dipersiapkan oleh masing-masing group berupa bendera, ikat kepala dan spanduk-spanduk.
Konsumsi : Subhanallah, ini kali pertama saya menyaksikan aksi yang berkelimpahan konsumsi, banyak sekali. Ada ratusan ribu nasi box dengan lauk yang sangat lengkap, ada makanan berupa paket lontong, roti dan gorengan, ada ribuan dus air mineral bahkan saya mendapati sebuah mobil full air mineral yang dibagikan secara gratis oleh alumni HMI Medan sejabodetabek. Tak lupa juga puluhan dus jeruk manis yang dibagikan secara gratis.




Cuaca :
Info yang beredar di sosial media bahwa ada puluhan pawang pengundang petir dan hujan badai, Alhamduliah Allah kunci kemampuan mereka. Udara terasa sejuk, berbeda dari cuaca jakarta yang biasanya terasa panas menyengat, namun langit cerah dan tidak ada setetes gerimispun. Awan putih tipis melayang ringan dan sesekali setiap teriakan takbir berulang-ulang yang dipandu orator, rasanya ada hawa dingin seperti datang menyelimuti kami lalu beberapa saat hilang kembali. Namun datang berulang setiap takbir diulang berkali-kali.



Aparat :
Rata-rata aparat bermuka datar. Bahkan ada sekumpulan aparat yang sama sekali tidak menaruh sayang ketanaman ditaman, seenaknya menduduki tanaman dan menginjaknya. Sedangkan para peserta aksi berusaha sebaik mungkin dan saling mengingatkan untuk tidak merusak taman. Dan setelah jam 19:00 berubah jadi sangat garang, bahkan ustadz se tenang Arifin Ilham dan Ustadz Ali Jaber tak luput dari amukan peluru karet.




Sampah :
Kami para peserta aksi sangat wanti-wanti dengan sampah, walau yang namanya orang indonesia tetap saja hobi nyampah. Sangat banyak peserta aksi yang membawa trash bag sepanjang perjalanan aksi.




Media :
Metro Tv sempat diusir peserta aksi dari halaman masjid Istiqlal sebelum sholat Jumat. Sedangkan media yang terlihat tetap eksis dilapangan sampai saya meninggalkan lokasi aksi hanya TV-One dan ada beberapa videograver televisi (melihat peralatan yang digunakan) namun tidak memakai atribut mencolok (mungkin saya tidak melihatnya).

Teman-teman silahkan tanya jika ada informasi yang belum saya sebutkan dilaporan diatas, saya kan coba jawab sebaik yang saya bisa.


Rumah Kebun Hijau 00:36

Tidak ada komentar:

Posting Komentar