Sabtu, 12 November 2016

Novel De Winst

Koleksi Pribadi
Novel yang bercerita tentang penjajahan, cinta, budaya, dendam dan amarah, karya Afifa Arfa.

Gw ga sedang membuat sinopsis nya disini, tentu juga tidak sedang me-marketing-i novel ini. Hanya sedang teringat kisah pelengkap dalam novelnya, bukan kisah utama. Yaitu kisah cinta Sekar dan Jatmiko. Dimana Sekar jatuh cinta pada Jatmiko karena kemahirannya menulis dan berfilsafat dan berjiwa revolusi tak terkendali. Lalu Sekar akhirnya mendapatkan hukuman enternering ke Belanda karena sikap Menentangnya pada penjajah Belanda yang ditulari Jatmiko dan Jatmiko sendiri dibuang ke Digul.

Trus?

Andaikan gw jadi Sekar, gw ga akan pernah jatuh cinta pada Jatmiko yang berjiwa revolusi menggelegak itu, tapi tentu saja ga akan memilih Rangga anak bangsawan kaya raya pencinta Noni Belanda yang mabuk karena cinta.


Karena berdua mereka tidak ada baiknya,

Jatmiko,
Orang seperti jatmiko itu hanya akan berakhir dengan dua keadaan, pertama saat terdesak akan berkoloni dengan penjajah, terutama saat uang sogokannya memadai, dan yang paling besar kemungkinan adalah dia akan mati saat pemanasan, saat perjuangan baru saja akan dimulai. Karena orang seperti ini biasanya sangat pemberani tapi minim strategi. Jiwa revolusi tak terkendali itu sangat diinginkan sebagai pemantik kemenangan oleh penjajah. Maka ladies, jangan pilih laki-laki seperti Jatmiko.

Rangga,
Selain dalam film AADC II dimana Rangga ini punya putaran purnama yang lama benar, maka karakter seperti Rangga dalam De Winst ini adalah tipe pria Mabuk Cinta, sama seperti Hanafi dalam Novel Salah Asuhan. Juga jangan pilih tipe laki-laki semacam ini. Ingat, Corrie De Busse yang digilainya dengan cinta ¾ mati tak pernah benar-benar ia jaga. Ini tipe laki-laki seperti ini bukan pencinta sejati, bisa dikatakan jiwa pemabuk yang dirasuki cinta. Mungkin jika Majnun jadi menikahi Laila kasusnya akan serupa. Untung Laila meninggal duluan, jadi kisahnya tetap manis secara abadi.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar