Kamis, 09 Februari 2017

Mabok Kopi (Emang Bisa)?

Seumur-umur gw minum kopi pertama kali kayanya di Waerebo, Flores. Sebagai penghormatan ke tuan rumah yang menyuguhkan kopi Flores yang konon katanya masuk kategori kopi teryahut di Indonesia. Kopi disuguhkan dalam gelas porselin putih dengan piring tadahan senada, disamping gelas terletak sendok kecil yang terlihat tidak murahan, kopinya hitam pekat tanpa gula. Gulanya disuguhkan dalam toples kaca imut dan manis.
Asli, pertama kali nyentuh gelas kopi hitam itu gw deg-degan. First experience dude!
Gw ga ngerti tuh gula dan kopi yang dipisah, setau gw waktu amma bikinin kopi buat appa zaman kecil dulu itu ya gula dan kopi dah diseduhin bersamaan. Begitu terhidang yang tinggal seruput. Jadi gw ciduk tuh seujung sendok kecil kopinya, langsung. Astaga, PAIT. Lebih pait dari masa lalu. Dan gw muntah.

Senin, 30 Januari 2017

Kekuatan Cinta

Walaupun amma punya banyak anak, tapi nyaris semua kami tertidur dengan didongengkan. Beliau tetap sempat mendongeng walau kadang sembari menuyusui adik bayi kami. Begitu gw dewasa tak satupun dari dongeng-dongeng amma gw temukan dalam referensi parenting (ehm, ketinggian ya kalo gw bahas parenting) atau pun buku-buku dongeng. Jadi seluruh dongeng-dongeng amma yang mengantarkan gw dan adik-adik kealam tidur itu adalah karangan amma sendiri.

Tentang seorang gadis yang menikah dengan ular, eh tau-taunya seorang pangeran. Karena iri, si tetangga pun mencarikan seekor ular besar di hutan dan menikahkan anak gadisnya dengan ular raksasa itu, tapi keesokannya sigadis sudah berada dalam perut ular tersebut. Mirip-mirip cerita cinderala ya, tapi diadopsi kealam dan ini menjadi dongeng favorit gw sampai ABG (maklumlah anak perempuan kan memang suka sama yang romantis-romantis. Ops!). Ada juga dongeng seorang saudagar yang punya empat istri, dan ternyata tiga dari empat istrinya adalah pemburu harta. Hanya istri pertamanya aja yang benar-benar baik, tuh makanya jaga betul-betul istri pertamnya ya om! Dan satu-satunya the real story of her life yang gw ingat sampe sekarang adalah kekuatan cinta nenek pada kakek.

Kamis, 19 Januari 2017

Kinestetik

Kinestetik ceu nah!

Dunia psikologi itu bikin gw mumet, masa dari lekuk ikal rambut, bentuk tulang hidung, lancip sudut mata mereka bisa nentuin karakter secara umum.  Damn! It true.  Trus gw di cap kinestetik gegara goncrang - gancreng pas gendong bayi nya si embak ustadzah, yang kebetulan konselor.

Pernah baca-baca buku psikologi hanya saat jadi trainer beberapa belas tahun lalu aja, trus rem mendadak ditengah jalan dan ga balik-balik lagi ke dunia per-training-an itu.  Saat itu simulasi terkeceh yg pernah gw lakukan adalah klasifikasi peserta berdasarkan golongan darah,  materinya ya psikolog yang bikin tentunya.

E, balik lagi ke kinestetik.  Pantesan gw dulu di cap anak LASAK.  Usia 9 bulan udah lari-larian, sementara menurut penuturan amma, Melva anak tetangga yang seumuran gw masih anteng2 wae duduk dimeja.

Beranjak kemasa kanak-kanak, gw paling jago lari disekolah dan baling BANDIT kalo main kelereng ߘܬ ah udahlah.  Ini ga ada hubungannya sih.

Tapi intinya, anak kinestetik itu agak banyak dosa dan harus extra berbakti sama orang tua, terutama ibu.  Kebayang kan, punya anak ga bisa diam, dari bangun sampai tidur lagi maunya bergerak mulu, paling suka mempraktekkan hal-hal baru dan perlu banyak kelinci percobaan (beruntung nya gw punya banyak adik, jadi kelinci percobaannya ready stockߘܩ, sorry brow sest....

Nah dengam tipe anak begitu yang paling sering keram perut pasti emaknya.  Secara ga ada yang bisa aman dari geraknya (bukan hiperaktif lho yah).

Jadi kalo elo kinestetik, cepat-cepat lah tobat dan minta maaf sungguh2 ke emak lo pada.  Mungkin karena kelakuan masa kecil lo, siemak perna merana.

E tapi, jika anak-anak lo sekarang yang kinestetik, perhatiin dia baik-baik yes!  Yakin deh, besok gede dia pasti KECEH, hehehe....

Rabu, 11 Januari 2017

STATUS AWAS JOMBLO INDONESIA

Bahasan sekumpulan jomblo hight quality malam ini.
Ternyata ada keluhan kecil, susahnya mencari gandengan buat kondangan.  Bagi jomblo konvensional ini bisa berarti pacar atau suami / istri sedangkan jomblo syariah akan mengarikan gandengan ini sebagai suami / istri.