Kamis, 13 April 2017

Dijual Rumah Beserta Hati Pemiliknya

Setelah bebas dari segala tagihan riba. Alhamdulillah. Gw merasa hidup gw akan tenang dan berbunga-bunga. Seperti daisy dipagi hari. Beban berton-ton dikepala gw yang menggantung beberapa tahun dan tentunya penuh dosa telah pergi, InshaAllah untuk selamanya. Rumah gw yang masih dalam anggunan ke bank dan cekikan cicilan kartu kredit lenyap seketika. Begitu kesepakatan tanda jadi penjualan rumah ditandatangani, maka gw berseru.

Alhamdulillah

Finally!!!

Gw pulang kerumah dengan tenang namun sedikit perasaan dingin. Bahwa rumah yang gw buka pintunya sekarang bukan milik gw lagi. Milik sipembeli yang beberapa puluh menit lalu saling berdiskusi untuk kesepahaman pembayaran. Finish ya, beban itu hilang.


Tapi, dengan menit yang sama kenapa gw didera masalah baru yang tak kala bikin merana. Gw suka sama si pembeli rumah sejak pandangan pertama, hahhahahaha. (saat ini gw tersenyum getir).

Dan disini gw merasa kalah.

Kalau masalah cekikan kredit dan dosa riba gw bisa bertobat dan lelang aset lalu bebas seketika dari himpitan cicilan. Namun untuk masalah yang ternyata “kau beli rumahku dan aku jatuh cinta padamu” ini bagaimana urusannya?

Rumah Sungai Hijau, 13 April 2017

Kutulis secuil kata ini dalam dera perasaan yang susah kubendung sendiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar