Setelah bebas dari segala
tagihan riba. Alhamdulillah. Gw merasa hidup gw akan tenang dan
berbunga-bunga. Seperti daisy dipagi hari. Beban berton-ton dikepala
gw yang menggantung beberapa tahun dan tentunya penuh dosa telah
pergi, InshaAllah untuk selamanya. Rumah gw yang masih dalam anggunan
ke bank dan cekikan cicilan kartu kredit lenyap seketika. Begitu
kesepakatan tanda jadi penjualan rumah ditandatangani, maka gw
berseru.
Alhamdulillah
Finally!!!
Gw pulang kerumah dengan
tenang namun sedikit perasaan dingin. Bahwa rumah yang gw buka
pintunya sekarang bukan milik gw lagi. Milik sipembeli yang beberapa
puluh menit lalu saling berdiskusi untuk kesepahaman pembayaran.
Finish ya, beban itu hilang.
Tapi, dengan menit yang
sama kenapa gw didera masalah baru yang tak kala bikin merana. Gw
suka sama si pembeli rumah sejak pandangan pertama, hahhahahaha.
(saat ini gw tersenyum getir).
Dan disini gw merasa
kalah.
Kalau masalah cekikan
kredit dan dosa riba gw bisa bertobat dan lelang aset lalu bebas
seketika dari himpitan cicilan. Namun untuk masalah yang ternyata
“kau beli rumahku dan aku jatuh cinta padamu” ini bagaimana
urusannya?
Rumah Sungai Hijau, 13
April 2017
Kutulis secuil kata ini
dalam dera perasaan yang susah kubendung sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar